Kamis, 08 April 2010

Sayang dan cinta telah lama kita kenal, bahkan telah menjadi menu sarapan setiap insan. masing-masing dintara kita berlomba untuk menggenggamnya dan menaburkannya dalam sudut-sudut kalbu.


Dalam diri manusia, terdapat rasa suka, sayang dan cinta. hemat saya dari ketiga rasa ini tersirat tingkatan-tingkatan rasa yang terkadang kita tak bisa untuk membedakannya.
ketika kita bertemu pada seseorang atau sesuatu yang menarik, maka akan timbul rasa suka. rasa suka mendorong kita untuk memilikinya, sehingga usaha apapun dilakukan untuk memiliki atau bahkan sekedar berada didekatnya. rasa ini lah yang terkadang kita menganggapnya sebagai cinta. cinta pun terkadang diobral.


Sayang adalah sebuah rasa yang hadir ketika menyukai seseorang dan mampu berempati trhadap setiap apa yang terjadi pada orang tersebut. sayang sudah menyentuh pada titik-titik kalbu.

sedangkan cinta adalah rasa sayang yang lebih mendalam. cinta bagai lautan di samudera lepas, begitu dalam, begitu luas, begitu indah. cinta adalah anugerah terindah yang pernah ada. cinta tak akan hilang begitu saja walaupun yang dicinta tak pernah menampakkan rasa secara tersirat.


cinta yang paling indah dan yang terindah adalah cinta pada Sang Pemilik Cinta. begitu indah dan begitu tinggi tingkatan cintanya. ya, cinta padaNya, bukan sayang atau suka padaNya….
saya bukanlah pencinta, namun berusaha memahami dan memahami cinta…
terinspirasi dari pertanyaan seseorang di malam gulita…

Makna Sebuah Persahabatan



Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?
Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.

Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.

Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya,
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

Kamis, 01 April 2010

Aku ” ya diriku”


Dalam perjalanan hidupku
baik siang maupun malam
kau lihat…diriku begini adanya…..

Tidak seperti kau
tidak pula seperti dia
aku…ya diriku

Apa yang ada padaku
tidak ada yang kau banggakan
namun juga tak dapat kau hina
jangan memaksaku tuk jadi dia atau seperti kau

Biarkan aku jadi diriku
karena aku bukan dia

Aku…kau dan dia memang berbeda
biarkan begini adanya
karena kita semua berbeda
dan dalam perbedaan kita tercipta keindahan
dalam hidup dan kehidupan
 
Copyright All about Life, Friendship and Love 2009. Powered by Blogger.Designed by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul .